Posts

Showing posts with the label Mahbub Corner

Soal Menulis, Banyak Pelajaran dari Mahbub Djunaidi

Image
Jakarta,   NU Online Pada acara penyerahan sertifikat kepada alumni Kelas Menulis   NU Online   angkatan ketiga di gedung PBNU lantai 5, Pemred   NU Online   Mukafi Ni’am, memberikan motivasi menulis ke kader-kader muda NU yang hadir di kesempatan itu. Menurut Ni’am, menulis adalah proses yang panjang dan tidak bisa jika hanya berhenti belajar setelah Kelas Menulis   NU Online . Ia mengambil contoh perjalanan karir kepenulisan Mahbub Djunaidi, yang dijuluki sebagai Pendekar Pena. “Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari Mahbub. Dari kalangan NU, Mahbub termasuk   tokoh   yang menyejarah,” ungkapnya, Jumat (17/2) malam. Ni’am mengatakan, ketua umum pertama Pergerakan Mahasiswa   Islam   Indonesia (PMII) itu menjadi sejarah berkat menulis. Ni’am pun menceritakan rekam jejak dan komitmen Mahbub sebagai seorang penulis. Dalam usia yang masih sangat muda, Mahbub menjadi pemimpin redaksi Harian Duta, yang hal itu membuat seo...

EKS TAPOL*

Image
oleh Mahbub Djunaidi TEKADNYA sudah bulat jadi pegawai Pemda. Siapa tahu nasib baik bisa jadi gubernur, atau Mendagri. Sumpah jabatan dihafalnya luar kepala. Urusan dengan rakyat diselesaikannya dengan baik sebelum waktu yang diharapkan. Uang pelicin ditolaknya dengan tersenyum. Tapi kerikil ada di mana-mana. Karena kawan-kawan sekerja mengkritiknya berbini anak tapol, ia berpikir keras. Walau ia tahu persis bininya tak tahu apa-apa, tak tahu apakah Karl Marx itu sebangsa manusia atau jenis mobil, maka diajaknya sang bini bicara baik-baik. Demi kelancaran tugas, sebaiknya kita bercerai saja. Serentak didengarnya Juklak No 15 Kopkam 1982 yang menjamin seseorang mantap ideologi dan setia kepada pemerintahan dan negara, walau dari keluarganya ada yang terlibat G-30-S PKI, bisa tetap berada di kantor. Tokoh kita ini pun lekas-lekas kirim orang untuk menemui bekas bininya dan minta rujuk, hidup normal sebagaimana biasanya. Sang bini karena sudah kawin lagi dengan seorang usa...

JENGGOT JABAR*

Image
oleh Mahbub Djunaidi PERGILAH ke seluruh pelosok Irak. Anda tidak bakal temui pria berjenggot, kecuali kumis. Apa karena dilarang Saddam Hussein? Sama sekali bukan. Itu cuma kesenangan dan selera belaka. Paling-paling karena dianjurkan istri masing-masing. Irak memang berkepentingan dengan ladang minyak, tapi tidak ada urusan dengan jenggot. Sebaliknya, pergilah ke Iran, Anda akan temui semua pria berjenggot mulai dari Khomeini sampai tukang bakso. Kenapa? Soalnya karena kesenangan dan selera. Pria Iran tanpa jenggot sama dengan ayam jago tanpa jengger, atau seperti ban mobil tanpa dop. Tidak ada aturan bahwa orang Syiah itu mesti berjenggot dan orang Baath itu hanya boleh berkumis. Berjenggot atau tanpa jenggot tidak ada hubungannya dengan ideologi dan UUD. Dan pergilah sekarang ke seluruh kantor Pemda Jawa Barat, mulai dari pantai hingga ke puncak gunung. Anda tidak akan jumpai pegawai berjenggot. Kenapa? Apa melanggar Pancasila dan UUD 45? Apa karena orang berjenggot itu dik...

RAMADHAN*

Image
Oleh Mahbub Djunaidi DILIHAT dari arah bintang, tidak ada beda antara calon kontestan yang dapat kursi dan yang tidak. Sama-sama menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan hati gembira. Begitu dengar bunyi beduk bertalu-talu, kedua golongan hamba Allah itu sama-sama mengucap syukur bisa diberi umur panjang bertemu lagi dengan bulan puasa. Sama-sama ke pasar beli sirup, dan sama-sama pula ke pasar beli dendeng kering. Sebab, di mata Tuhan kedua golongan itu tak ada beda karena yang jadi ukuran adalah takwanya. Dapat atau tidak dapat kursi sama sekali bukan ukuran. Di mata manusia, khusus di mata istri atau mertua, boleh jadi ada beda, tapi tidak di mata Tuhan. Boleh jadi golongan yang kebagian kursi sedikit lebih necis dibanding lainnya yang lebih klomprot, tapi kedua macam penampilan itu tidaklah begitu tampak dan pula tidaklah begitu menentukan. Yang penting, masing-masing sepakat bahwa mestilah dicamkan di dalam kalbu bunyi Al Qur’an dalam surah Al Baqarah ayat 183 “Wa...