Posts

Showing posts with the label Books

Melihat Kegilaan "Vegetarian"

Image
cover depan "Vegetarian" -   Catatan tentang Novel "Vegetarian" Han Kang Kekinian, boleh kubilang ini sebuah prestasi pribadi; pengalaman membaca yang menurutku sukses, karena biasanya aku tidak kerasan (malas) dan sering berganti-ganti bacaan. Bahkan beberapa bacaan masih belum kubuka plastiknya, apalagi dibaca. Dibaca sebentar, lalu bosan atau—alasan—gak sempat. Sudah begitu, nyari atau dapat referensi lain lalu beli buku baru lagi. Di lemari, mungkin ada buku yang sudah setahun kubeli tapi belum sempat atau tidak kunjung selesai kubaca. Intinya, sudah sangat jarang aku bisa merampungkan novel atau kumcer dalam waktu kurang dari sebulan, sebelum di sudut rak toko buku istriku mendapati segenggam novel pemenang Nobel Sastra tahun 2024 ini: Vegetarian. * Seperti kata AS Laksana dan diajarkannya di buku penulisan kreatif atau dalam tulisan-tulisannya di Facebook, bahwa paragraf pertama adalah yang utama; jurus jitu untuk menarik minat pembaca. Yang kuingat,...

Tentang Atticus Finch

Image
10 A tticus sudah uzur; usianya hampir lima puluh. Waktu aku dan Jem bertanya mengapa dia begitu tua, katanya dia terlambat memulai, yang kami kira memengaruhi kemampuan dan kejantanannya. Dia jauh lebih tua darpada para orangtua teman sekolah kami, dan tak ada yang dapat aku atau Jem katakan tentang dia ketika teman-teman kami berkata, “Kalau ayah- ku… ” Jem gila football. Atticus tak pernah terlalu lelah untuk menemani berlatih, tetapi kalau Jem ingin men- tackel dia, Atticus berkata, “Aku sudah terlalu tua untuk itu, Nak.” Ayah kami tidak punya keistimewaan apa-apa. Dia bekerja di kantor, bukan di toko. Atticus tidak mengendarai truk sampah untuk pemerintah county, dia bukan sherrif, dia tidak berkebun, bekerja di bengkel, atau melakukan apa pun yang bisa menimbulkan kekaguman orang. Selain itu, dia berkacamata. Mata kirinya hampir buta, dan mata kiri yang bermasalah adalah kutukan keluarga Finch. Kalau ingin melihat sesuatu dengan lebih jelas, dia menoleh dan melihat de...

Memprotes Realitas*

Image
Oleh: Wahyu Noerhadi Apakah neg e riku ini adalah roda Yang macet di tengah lika-liku peradaban Tak kunjung membaik ju g a R.I.P. untukmu: Indonesia -  M. Rifky Fathur Rizqi - Perlu saya sampaikan di awal bahwa, buku ini menghadirkan pelbagai wacana yang dikemas dengan apik oleh mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) STAIN Purwokerto angkatan 2012. Wacana itu dikemas dalam bentuk puisi, cerpen, esai, dan karya tulis ilmiah. Tentu, saya sedikit kewalahan untuk menemukan benang merah dari apa yang mereka sampaikan dalam karyanya. Lantaran saya mesti mondar-mandir dari satu karya ke karya yang lain dalam bentuk yang berbeda, misal dari karya puisi ke karya tulis ilmiah. Namun kita tahu, setiap karya (naskah) diciptakan dengan menggunakan bahasa (baca: tulisan). Kemudian, dengan bersandar pula pada pendapat Sutan Takdir Alisjahbana (Wachid dan Heru, 2011: 5) bahwa bahasa adalah manifestasi atau alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan seseorang. Maka, wajar s...

Bertamasya di Dataran Tortilla

Image
oleh Wahyu Noerhadi Mukadimah Seperti di novel itu, saya pun ingin menuliskan sedikit pendahuluan atau tepatnya riwayat, perjumpaan serta kesan saya terhadap novel milik (si Sialan) John Steinbeck itu. Kelak, setelah kau membacanya, kau pun bakal menyebutnya dengan nama seperti dalam kurung itu, atau nama lain yang senada dengannya. Begini riwayatnya: Dataran Tortilla (Tortilla Flat), saya dapatkan di Jogja. Tepatnya di toko buku JBS (Jual Buku Sastra), di jalan Wijilan, seingat saya. Teman saya memesannya saat saya sedang berada di kota istimewa itu. Nah, setelah saya selesai dengan novel dan kumpulan cerpen yang saya beli—adapun novel dan kumpulan cerpen itu ialah: Kenangan Perempuan Penghibur yang Melankolis milik Gabriel Garcia Marquez, dan kumpulan cerpen Kenangan Cinta milik Anton Chekhov—saya tentu penasaran dengan novel pesanan kawan saya itu. Ya, saya penasaran, ingin melahap ketiga novel terjemahan itu. Jujur saja, awalnya saya memang iseng membolak-balik halama...